Dampak Aplikasi Agensia Hayati Beauveria bassiana Terhadap Keanekaragaman Artropoda pada Musim Kedua Tanaman Padi (Oryza Sativa L.)
Keywords:
artropoda, B.bassiana, Imidakloprid, Tanaman padiAbstract
Insektisida sintetis berdampak pada artropoda. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan B. bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh B. bassiana terhadap keanekaragaman dan kelimpahan Arthropoda, indeks Shannon Wiener (H'), Indeks Dominasi Simpson (C'), Indeks Kesamaan Sorensen (SSI) dan hasil panen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2023 di Desa Dukuh Mencek Kabupaten Jember dengan menggunakan metode survei yang membandingkan B.bassiana 10 ml/liter (2,7 x 107 cfu) dan Imidacloprid 2ml/liter. Dosis 400 liter/ha. Pengamatan terhadap arthropoda dilakukan secara visual dan sapu bersih, Yellow Pan Trap, Sticky Trap, dan Pitfall Trap. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian: jumlah herbivora, penyerbuk dan hasil kedua jenis pestisida tidak berbeda nyata. Jumlah predator B. bassiana lebih tinggi. H' dari B. bassiana adalah 2,55, C' adalah 0,10,: H' dari Imidacloprid adalah 1,15, C' adalah 0,01. SSI-nya 100%.
References
S Bahri. 2021. “Keragaman Arthropoda Predator Pada Tanaman Padi di KecamatanTugumulyo”. J. Agrotech 11, 50 – 55. DOI https://doi.org/10.31970/agrotech.v11i2.72
Nurhadi, dan Widiana, R. 2010. “Komposisi Artropoda Permukaan Tanah di Kawasan Penambangan Batubara di Kecamatan Talawi Sawahlunto”.Jurnal Sains dan Teknologi. 1(2). DOI : 10.31958/js.v2i1.7
F Fitriani. 2016. “Keanekaragaman Arthropoda Pada Ekosistem Tanaman Padi Dengan Aplikasi Pestisida”. Agrovital J. Ilmu Pertanian. 1: 6–8. DOI:http://dx.doi.org/10.35329/agrovital.v 1i1.77
F E Vega, N V Meylingy, J J Luangsa-ard and M lackwellz. 2012. “Fungal Entomopathogens” Oxford University Press. Chapter · December 2012. DOI: 10.1016/B978-0-12-384984- 7.00006-3
Indriyati. 2009. “Virulensi jamur entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) vuillemin (Deuteromycotina: Hyphomycetes) terhadap kutu daun (Aphis spp.) dan kepik hijau (Nezara viridula). JHPT 2:92-98. DOI: 10.23960/j.hptt.2992-98
Krebs, C. J. (2014). Chapter 13. Species diversity measures. In Ecological methodology, 531–595.
Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar ekologi edisi ketiga. Gadjah Mada Univesity Press, Yogyakarta.
Rosmiati, C Hidyat, E Firmansyah dan S Setiati. 2018. “Potensi Beauveria bassiana sebagai Agens Hayati Spodoptera litura Fabr. pada Tanaman Kedelai” Jurnal Agrikultura. 2018, 29 (1): 43-47.DOI:10.24198/agrikultura.v29i1.16925
E S Yusuf, D Sihombing, W Handayati, W Nuryani dan S Saepuloh. 2016. “Uji Efektivitas Bioinsektisida Berbahan Aktif Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin terhadap Kutudaun Macrosiphoniela sanborni pada Krisan‟, Jurnal Hortikultura, 21(3): 265. DOI:10.21082/jhort.v21n3.2011.p265-273.
W Sari dan C N Rosmeita.2020 “Identifikasi Morfologi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae Asal Tanaman Padi Cianjur‟, Pro-STek, 2(1), p. 1. DOI:10.35194/prs.v2i1.974.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mochamad Syarief, I Erdiansyah, T Alif, E F Nurlayli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.