Efektivitas Perangkap Bangkai Keong Sawah (Pila ampullecea) dan Yuyu Sawah (Parathelpusa convexa) Untuk Pengendalian Walang Sangit (Leptocoria acuta T.) Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L.)

Authors

  • Lutfi Pramukyana Universitas Moch Sroedji
  • Muhammad Firman Felani Universitas Moch Sroedji

Keywords:

Walang sangit, Perangkap bangkai, Tanaman padi

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa acuta T.) merupakan hama potensial yang pada waktu tertentu menjadi hama penting dan dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 50%. Perlu dilakukan pengendalian terhadap hama walang sangit pada pertanaman padi sehingga tidak terjadi penurunan kualitas maupun kuantitas hasil produksi padi. Salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan adalah dengan menggunakan perangkap. Hama walang sangit sangat tertarik pada bau busuk atau bangkai. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan walang sangit menggunakan perangkap kemudian memusnahkannya. Untuk membuat perangkap walang sangit bisa menggunakan bangkai kepiting, cuyu, keong mas, rajungan, ikan, kotoran ayam atau daging busuk. Penelitian dilaksanakan di Dusun Curah Rejo, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah Mengkaji populasi walang sangit , intensitas serangan walang sangit dan produksi berat gabah kering (GKS) perumpun antara perlakuan bangkai yuyu, bangkai keong dan insektisida sintesis. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah intensitas serangan walang sangit, populasi walang sangit perumpun, populasi walang sangit terperangkap dan produksi hasil GKS. Kesimpulan : populasi walang sangit perumpun, populasi walang sangit terperangkap, intensitas serangan walang sangit dan produksi berat GKS dari perlakuan perangkap bangkai yuyu, perangkap bangkai keong dan insektisida sintetik berbahan aktif Metomil berbeda tidak nyata. Direkomendasikan insectisida sintetik berbahan aktif Metomil dapat digantikan dengan penggunaan perangkap bangkai keong dan perangkap bangkai yuyu dengan jumlah 5 buah perangkap tiap plot 10 x 10 meter.

References

Aditia, R. (2022). Efek Naungan Terhadap Morfologi, Fisiologi Dan Anatomi Daun Beberapa Genotipe Padi Ladang Pada Fase Pertumbuhan Vegetatif (Doctoral dissertation, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara).

Angki, D., Pandawani, N. P., & Sukerta, I. M. (2022). Pengujian efektifitas daya tangkap jenis perangkap walang sangit pada tanaman padi sawah. Jurnal Agrimeta, 12(23), 1–6.

Ariana., I M. E., C. Javandira & P. L. Y. Sapanca. 2020. Pengaruh Waktu Pembusukan Yuyu Sawah (Parathelphusa convexa) terhadap Ketertarikan Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) pada Tanaman Padi. Jurnal Agrimeta. 10 (19): 32 – 37.

Kusmawati, R. Apriyadi, & E. Asriani. 2019. Penggunaan Atraktan Organik yang Diperkaya Pestisida Kimia untuk Pengendalian Hama Walang Sangit Skala Laboratorium. Jurnal Agrotek Lestari. 5 (2) : 1-9.

Mahdalena, S. (2019). Pengendalian Walang Sangit (Leptocorisa acuta T.) Dengan Perangkap Bangkai Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Lapangan. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara. Medan.

Manopo, R., Salaki, L., C. Mamahit, J., E., M. Senewe, E., padat populasi dan intensitas serangan hama walang sangit (leptocorisa acuta thunb.) Pada tanaman padi sawah di kabupaten minahasa tenggara.

Mardiah, Z. dan Sudarmaji. 2012. Identifikasi Komponen Volatil Tanaman Padi Fase Bunting dan Matang Susu Sebagai Pakan Alami yang Disukai Tikus Sawa. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Subang. Pdf.

Murtini, J.T., R. Riyanto1, N. Priyanto, dan I. Hermana. 2014. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut Selama Penyimpanan dalam Es Curah. JPB Perikanan 9 (2): 143–151

Downloads

Published

2025-03-15

Issue

Section

Articles