Kendala dan Solusi Dalam Implementasi Mesin Pengolahan Tanah di Lahan Pertanian
Keywords:
Implementasi, Kendala, Mesin pengolahan tanah, Pertanian modern, SolusiAbstract
Pengolahan tanah merupakan aspek penting dalam budidaya pertanian, yang bertujuan untuk meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Tanah yang diolah dengan cara yang gembur dan memiliki tingkat aerasi tinggi memberikan peluang bagi benih untuk menyerap sebanyak mungkin air, unsur hara, udara, dan panas untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkecambahan tanaman. Penggunaan teknologi pengolahan tanah seperti traktor tangan telah dikembangkan untuk mempermudah proses ini. Namun, implementasi mesin pengolahan tanah di Indonesia menghadapi berbagai kendala. Hambatan utama yaitu meliputi masalah finansial, teknis, dan lingkungan. Harga mesin yang tinggi, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani, serta dampak lingkungan negatif menjadi tantangan yang signifikan. Metode penelitian ini menggunakan metode pengumpulan dan analisis artikel ilmiah dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan kredit atau subsidi, pelatihan bagi petani, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan merupakan solusi efektif untuk mengatasi kendala tersebut. Pendekatan yang terkoordinasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memastikan implementasi yang efektif dan berkelanjutan. Dengan solusi ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia, mendukung kedaulatan pangan nasional, dan mencapai visi pertanian modern pada tahun 2045.
References
Diao X, Cossar F, Houssou N, Kolavalli S. 2014. Mechanization in Ghana: emerging demand and the search for alternative supply models. Food Policy. 48:168-181.
Fatmawaty, A. S., & Bijaksana, A. A. (2023). Implementasi Alat dan Mesin Pertanian dalam Mendukung Kedaulatan Pangan Indonesia. Jnsta Adpertisi Journal, 3(1), 30–33. https://doi.org/10.62728/jnsta.v3i1.398
Hantoro, F. R. P., Prasetyo, E., & Hermawan, A. (2020). Dampak Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian terhadap Produksi Padi di Kabupaten Tegal. Pangan, 29(3), 171–180.
Jamaluddin, Syam, H., Lestari, N., & Rizal, M. (2014). Alat Dan Mesin Pertanian. In Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents (Vol. 5, Issue 2).Kilmanun, J. C., & Astuti, D. W. (2020). Potensi Dan Kendala Revolusi Industri 4.0. Di Sektor Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya Pertanian Dan Inovasi Spesifik Lokasi Memasuki Era Industri 4.0, 35–40. https://www.wartaekonomi.co.id/read215598/begini-revolusi-industri-40-di-sektor-
Pranadji, T., & Budianti, R. (2016). Kendala Penyerapan Peralatan Pertanian Mekanis di Jawa Timur. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 6(1), 36. https://doi.org/10.21082/fae.v6n1.1988.36-43
Riza, M., & Saheri, P. (2021). Kinerja Mesin Pengolahan Tanah Pada Lahan Kering Di Kampung Sri Menanti Kabupaten Way Kanan. Jurnal Universitas Bandar Lampung, 4(1), 5–106.
Rizki, F. C., Wicaksono, P. R., & Wijayanti, F. (2024). Peningkatan Kesuburan Tanah Dan Produktivitas Sebagai Hasil Pengolahan Lahan Di Dusun Ngadilegi, Pandaan. JIPM:Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat, 2(1), 1–9.
Umar, S., Alihamsyah, T., & Suprapto, A. (2017). Dampak Penggunaan Alsintan Terhadap Pengelolaan Lahan Dan Sosial Ekonomi Petani Di Lahan Pasang Surut. Seminar Nasional Hasil Penelitian, 1–40.