Tinjauan Hukum Kedaulatan Pangan Melalui Kemandirian Petani Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani
Keywords:
Kedaulatan, Kemandirian, Petani, Kedaulatan panganAbstract
Farmer Protection and Empowerment aims to realize the sovereignty and independence of farmers in order to improve the welfare, quality, and better life; protect farmers from crop failure and price risks; provide agricultural infrastructure and facilities needed in developing agricultural businesses; develop agricultural financing institutions that serve the interests of agricultural businesses; increase the ability and capacity of farmers and farmer institutions in running productive, advanced, modern, value-added, competitive, market-share and sustainable farming businesses; and provide legal certainty for the implementation of farming businesses. To be able to escape dependence on imported food and alleviate farmers from poverty, it is time for Indonesia to build food independence and sovereignty, by utilizing the diversity of biological resources, restoring local food diversity, and building agricultural-based industries in rural areas. Building food independence and sovereignty is a strategic instrument in efforts to alleviate farmers from poverty. In the implementation of food security programs, the fulfillment of food needs in several sectors still depends on international trade. Building food independence is the best strategy to get out of the food crisis. As an agricultural country with diverse biological resources (biodiversity), Indonesia has significant potential to produce sufficient food. Furthermore, Indonesia has a variety of local foods to support national food diversification
References
Adnyana, M.O. 2005. Lintasan dan Marka Jalan Menuju Ketahanan Pangan Terlanjutkan dalam Era Perdagangan Bebas. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama Bidang Ekonomi Pertanian, Bogor, 31 Agustus 2005. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.
Achmad Suryana, Menuju ketahanan pangan indonesia berkelanjutan 2025: tantangan dan penanganannya, Forum penelitian agro ekonomi, Volume 32 No. 2, Desember 2014: 123 – 135, Bogor.
Darajati, W. 2008. Membangun kedaulatan pangan nasional. Makalah disampaikan dalam Dialog Alumni Dengan Almamater pada Dies Natalis ke-62 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 24 Agustus 2008.
Eman Ramelan. 2015. Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Pembeli. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Said Abdullah, “Penuaan Petani vs Swasembada Pangan”, http://www.gresnews.com, diakses Jumat, 17 Juni 2022.
Soetriono dan Anik Suwandari. 2016. Pengantar Ilmu Pertanian: Agraris Agribisnis Industri. Cetakan Pertama. Malang: Intimedia.
Sarah, “Peranan Petani di Dalam Perekonomian Indonesia”, melalui http://sarahs08.student.ipb.ac.id, diakses Jumat, 17 Juni 2022.
Soetriono dan Anik Suwandari. 2016. Pengantar Ilmu Pertanian: Agraris Agribisnis Industri. Cetakan Pertama. Malang: Intimedia.
Suryana, A. dan D.K.S. Swastika. 1997. Kinerja dan prospek ketahanan pangan pokok. hlm. 176-212. Dalam 30 Tahun Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan. Bulog, Jakarta.
Suryana, A. 2007. Menelisik Ketahanan Pangan, Kebijakan Pangan, dan Swasembada Beras. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor, 20 Agustus 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.
Swastika, D.K.S, J. Wargiono, B. Sayaka, A. Agustian, dan V. Darwis. 2007a. Kinerja dan masa depan pembangunan pertanian tanaman pangan. hlm. 1-22. Dalam K. Suradisastra, Y. Yusdja, dan P.U. Hadi (Ed.). Prosiding Kinerja dan Prospek Pembangunan Pertanian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta, 2009.
Winarno Tohir. 2010. Suara Dari Desa: Peran Strategis KTNA dalam Pengembangan Pertanian Nasional. Cetakan Pertama. Jakarta: Gibon Media Group (Gibon Books).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jhon Piter Situmeang, Abd. Rahman Saleh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

